Rumah  Sakit PT. Perkebunan XXIV-XXV  (Persero)  Lavalette didirikan  pada tanggal 09 Desember 1918  atas prakarsa para pengusaha Perkebunan Besar yang tergabung dalam sebuah  Yayasan bernama  “STICHTING MALANGSCHE ZIEKENVERPLEGING”.  Diperkirakan bahwa Kliniek Malangsche Zieken-verpleging tersebut semula menempati bangunan di daerah Kasin Malang.

Pada  tahun  1914  dan tahun 1917  oleh  Yayasan  tersebut membeli  tanah sawah seluas 19.535 m2  dan  tanah pekarangan seluas 7.870 m2 di daerah Celaket Malang, diatas tanah tersebut dibangun gedung yang selesai dan mulai digunakan pada tanggal 09 Desember  1918, dengan nama “LAVALETTE KLINIEK”. Nama tersebut diambil dari nama  Ketua Yayasan, Tuan G.  Chr. Renardel  de Lavalette, yang  mempunyai saham besar dalam pendirian Rumah Sakit ini.

Mengingat  adanya defisit terus-menerus dalam neraca  keuangannya, dalam tahun 1948 oleh anggota Yayasan diusulkan  agar diadakan  likuidasi  dari Lavalette Kliniek. Usul likuidasi tersebut dibatalkan dengan disertai berbagai usaha Yayasan untuk menambah pemasukkan uang, antara lain dengan jalan menja­dikan sebagian Lavalette Kliniek untuk Sanatorium Penyakit Paru-Paru, dan menyewakan ruangan-ruangan atau kamar-kamar dari Lavalette Kliniek kepada pihak pemerintah atau pihak ketiga lainnya.

Dengan  adanya  nasionalisasi  oleh  pemerintah   terhadap perusahaan-perusahaan dan perkebunan milik Belanda, maka  pada bulan Mei 1958 Lavalette Kliniek diambil alih oleh Pusat Perkebunan Negara (Lama).

Pada tanggal 07 Januari 1961 Lavalette Kliniek  diserahkan oleh Ketua Yayasan Stichting Malangsche Ziekenverpleging kepada Pusat Perkebunan Negara (Baru) Cabang Jawa Timur dan selanjutnya dinamakan Rumah Sakit Lavalette.

Selanjutnya  pada tanggal 26 April 1962 pengelolaan  Rumah Sakit  Lavalette diserahkan oleh BPU PPN Perwakilan Jawa  Timur kepada  PPN Kesatuan Jatim III, yang kemudian menjadi BPU PPN Gula Inspeksi Daerah VII. Terakhir  pada tanggal 19 Juni  1968  berdasar  Surat Keputusan Panitia Likwidasi BPU PPN Gula dan PN Karung Goni No. XX-00050/68.005/L  tanggal 19 Juni 1968 Rumah  Sakit  Lavalette diserahkan kepada PNP XXIV dengan nama RS PNP XXIV Malang.

Pengelolaan serta pembeayaan RS dilakukan langsung oleh  kantor Direksi  PNP XXIV di Surabaya, pembeayaan tersebut   dirasakan sebagai  beban  yang berat oleh karena  adanya  defisit  terus-menerus pada neraca keuangannya. Apalagi eksistensi RS PNP  XXIV Malang  tidak  dirasakan manfaatnya  langsung  untuk pelayanan kesehatan  karyawan pabrik-pabrik gula dalam wilayah PNP  XXIV, karena letak pabrik-pabrik tersebut yang terlalu jauh dari Malang.

Berdasarkan  pertimbangan tersebut oleh Direksi  PNP  XXIV pernah direncanakan menjual atau mengoperkan RS PNP XXIV Malang kepada  pihak ketiga untuk dipergunakan  sebagai rumah sakit juga.  Tetapi rencana tersebut tidak terlaksana karena  pihak ketiga  tidak ada yang sanggup menanggung pembeayaan RS  terse­but, dan Direktur Jenderal Perkebunan Negara di Jakarta tidak mengizinkan penjualan /pengoperan  dimaksud. Direksi  PNP  XXIV kemudian  bertekad untuk tetap melakukan pengelolaan  RS  PNP-XXIV Malang serta menanggung pembeayaannya.

Untuk lebih  meningkatkan  pengelolaannya,  Direksi  pada tahun  1975 mengangkat seorang dokter tetap / full-timer  sebagai dokter  yang  merawat penderita karyawan PNP  XXIV merangkap Pemimpin Rumah Sakit.

Dalam tahun yang sama PNP XXIV bergabung dengan  PNP  XXV menjadi PT Perkebunan XXIV-XXV  (Persero)  RS Lavalette Malang. OLeh karena nama Lavalette lebih dikenal oleh masyarakat Malang, maka nama Lavalette dipakai kembali secara resmi sehingga nama RS menjadi PT Perkebunan XXIV-XXV (Persero) RS Lavalette Malang.

Usaha  untuk mengurangi / menghilangkan defisit  dalam  pem­biayaan RS ditempuh dengan meningkatkan sarana pelayanan  dan peralatan RS (bangunan, peralatan / perlengkapan dan mutu pelaya­nan),  sehingga RS tersebut akan dapat berfungsi juga sebagai Rumah Sakit Rujukan (Referral Hospital) bagi Rumah-rumah  Sakit dan  Poliklinik-poliklinik  PG dalam lingkungan  PT  Perkebunan XXIV-XXV (Persero).

Usaha  tersebut dalam 3 tahun terakhir tampak  menunjukkan hasilnya  dengan berkurangnya defisit, bertambahnya jumlah penderita  dari luar PT. Perkebunan XXIV-XXV dan adanya perha­tian / partisipasi  dari luar PT Perkebunan XXIV-XXV dan  adanya perhatian / partisipasi dari luar PT Perkebunan  XXIV-XXV  untuk ikut merombak RS Lavalette.

Pada  tahun 1991 nama RS Lavalette  disempurnakan  menjadi Rumah Sakit Lavalette (RS LAVALETTE) sampai sekarang.

Dan  pada tanggal 11 Maret 1996 berdasar  Peraturan  Pemerintah No. 16, PT Perkebunan XXIV-XXV (Persero) dibubarkan, kemudian dibentuk  Badan Usaha baru dengan nama PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) atau dikenal sebagai PTPN XI (Persero) yang merupakan gabungan dari PT Perkebunan XXIV-XXV (Persero) dengan PT Perkebunan XX (Persero).

Pada tanggal 1 Januari 2014 Rumah Rakit Lavalette berada di bawah PT. Nusantara Sebelas Medika yang merupakan anak perusahaan PT. Perkebunan Nusantara XI

Terakhir  perlu dicatat bahwa dalam  mengatasi  kesulitan-kesulitan yang dihadapi RS Lavalette Malang sejak berdirinya sampai sekarang tetap memegang pesan dari pendiri RS  Lavalette agar  RS Lavalette tetap dipergunakan untuk rumah sakit  serta pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *