Ramai di kanal berita tanah air, menyusul musim hujan tiba, bencana banjir mulai melanda di berbagai penjuru nusantara. Salah satunya yang telah terjadi di kawasan Malang Raya, tepatnya di Kota Batu pada 4 November 2021 yang lalu. Banjir pada sore hari yang menerjang setidaknya 6 desa dan mengakibatkan sedikitnya 6 orang meninggal dunia itu juga berdampak ke Kota Malang. Dari hulu di lereng Gunung Arjuno (titik nol di Desa Sumber Brantas, Bumiaji, Kota Batu), banjir bandang masuk sungai yang memiliki DAS seluas 11.800 km persegi dan panjang aliran 320 km yang kemudian jalur alirannya membelah Kota Malang. Akibatnya beberapa daerah di Kota Malang juga terdampak, seperti Kampung Putih sebelah RSUD Saiful Anwar dan Kampung Warna-Warni di Jodipan yang mengakibatkan rusaknya beberapa rumah dan fasum yang terletak di tepi Sungai Brantas tersebut.

Banjir disinyalir disebabkan oleh pengalihan fungsi lahan dan dampak global climate change. Curah hujan yang cukup tinggi berkisar antara 80 mm Р100 mm selama 2 jam mengakibatkan aliran air dalam jumlah banyak dan kecepatan hingga 500 meter kubih per detik yang melalui jalur alami menuju sungai Sungai Brantas membawa material pasir, tanah lumpur, batu dan kayu sehingga melanda lahan pertanian, perkebunan dan perumahan penduduk. Sekitar 21 rumah hilang terbawa arus, 35 rusak berat, 33 lainnya terendam lumpur, dan puluhan kendaraan hanyut. Banjir bandang yang sangat mendadak itu (karena sebelumnya tidak pernah terjadi banjir di wilayah tersebut) cukup membuat masyarakat terkejut dan syok. Pasca banjir, masyarakatyang terdampak mengalami kesulitan dan sangat membutuhkan bantuan.

Sebagai rumah sakit yang berkomitmen terhadap tanggung jawab sosialnya, RS Lavalette segera tanggap dan begerak mengirimkan bantuan keperluan hajad hidup kepada masyarakat Bulukerto. Direktur RS Lavalette, dr. Mariani Indahri, MMRS langsung mengawal pengiriman bantuan yang diserahkan kepada petugas BpBD dan Tagana Pemkot Batu di Balai Desa Bulukerto Kecamatan Bumiaji Kota Batu, untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai sasaran.

Dengan sumbangan berupa pakaian, selimut, sembako, susu, air mineral, serta minuman dan bahan makanan instan lainnya, diharapkan dapat membantu meringankan bebas masyarakat yang terdampat, terutama 142 warga yang harus mengungsi karena kehilangan rumah atau rumahnya rusak, kehilangan harta benda, dan bahkan kehilangan anggota keluarga. RS Lavalette berupaya untuk selalu dekat dengan masyarakat dan tetap menjadi bagian dari masyarkat karena RS Lavalette selalu hadir untuk negeri dan berkomitmen dengan nilai budaya perusahaan yang ber-AKHLAK. (Ifud M. Syaifudin)